Rabu, 02 Maret 2016

Move on dari pacaran ke ta’aruf, apakah bisa?

Move on dari pacaran ke ta’aruf, apakah bisa?
Jawaban : Bisa.
Faktanya : kisah saya.
Hal-hal yang perlu kamu lakukan jika ingin Move on dari pacaran ke ta’aruf yaitu:
1.      Niat
2.      Mendekat pada Allah
3.      Putusin pacarnya
4.      Kuatkan tekad
5.      Lost contact dengan mantan
6.      Kumpul dengan teman pengajian
7.      Sibukkan diri dengan hal positif
8.      Konsultasi dengan ahlinya (ustad/ustadzah)
Yakinlah jika saya bisa, kamu juga bisa. Hal ini saya bagi berdasarkan pengalaman saya.
Bisa share/curhat via e-mail : ademery270@gmail.com


Menghilangkan “kili-kili” di kulit kepala bayi

Menghilangkan “kili-kili” di kulit kepala bayi
Ketika bayi baru lahir, terkadang ada kotoran yang menempel seperti ketombe yang kotor berwarna keabu-abuan, itulah “kili-kili”. Disini harus dibedakan antara kili-kili dengan benjolan yang berwarna kuning dan merah.
Benjolan berwarna kuning dan merah jangan di garuk atau di kelupas! Itu akan mengakibatkan kulit kepala bayi berdarah!
Kili-kili bisa dibersihkan, tapi tidak sekaligus abdakadabra. Anda harus sabar dan telaten. Caranya :
1.      Bersihkan selalu kulit kepala bayi dengan shampoo bayi saat mandi pagi atau sore hari, penggunaan shampoo dilihat dari cuaca lingkungan. Jika lingkungan anda sedang dingin, maka shampoo cukup dilakukan sekali sehari saja, ini menghindari bayi agar tidak kedinginan.
2.      Oleskan minyak kelapa asli atau minyak zaitun ke seluruh kulit kepala bayi, termasuk kulit kepala yang terdapat kili-kili. Penggunaan minyak harus teratur, jangan biarkan kulit kepala dan kili-kilinya kering. Jika kili-kili kering, akibatnya kili-kili susah dibersihkan dan bisa merusak jaringan rambut kepala bayi (pitak).
3.      Pastikan Anda selalu memantau kili-kili tersebut, hal ini dilakukan agar Anda tahu kapan Anda harus mengelupas kili-kili tersebut, kelupaslah dalam kondisi kili-kili sudah terpisah dari kulit kepala, dan kondisinya basah oleh minyak. Jangan memaksa mengelupas kili-kili yang masih menempel dengan kulit kepala, hal ini bisa melukai kulit kepala bayi. kili-kili jarang terkelupas sendiri, karena biasanya kili-kili bergerombol satu wilayah yang mengikat rambut bayi menempel jadi satu. Karena kili-kili rasanya gatal, maka jangan biarkan anak Anda menggaruk dan mengelupasnya sendiri, karena bisa terkelupas bersama rambutnya
Hal di atas berdasarkan pengalaman sendiri. Alhamdulillah kulit kepala anak saya bersij dan sehat. Selamat mencoba, semoga lekas sembuh...


Menghilangkan ruam susu pada bayi

Ruam susu atau biasanya orang tua dulu sering menyebutnya “kurap” memang membuat pipi atau bagian kulit bayi tidak lembut lagi. Ada beberapa pilihan untuk penyembuhannya, bisa ke dokter atau ramuan rumahan saja. Berikut cara rumahan :

1.      Tangan bayi dan tangan ibu atau orang disekelilingnya harus dalam keadaan bersih. Biasakan selalu mencuci tangan sebelum kontak dengan bayi. Cuci tangan yang benar bisa menghilangkan bakteri secara keseluruhan di tangan. Hal ini terdengar “sepele” , tapi jika diabaikan akan berakibat timbul berbagai macam penyakit. 

2.      Mengoleskan minyak zaitun atau bisa juga dengan minyak “keletik” (minyak dari kelapa asli). Pipi bayi atau daerah kulit lain yang terkena ruam susu harus selalu dalam keadaan berminyak, karena jika ruam dalam keadaan kering akan menimbulkan rasa gatal, akibatnya bayi akan menggaruknya. Garukan bayi harus dihindari, agar ruam tidak menyebar luas ke bagian kulit yang lain.

3.      Melumatkan daun cabai (daun jenis cabai apa saja) ke dalam mulut ibu, dihaluskan memakai gigi dan ludah, dikunyah dan dilumatkan untuk mencampurkan zat dalam daun denga enzim ptialin dalam ludah ibu. Setelah halus, lumuri pipi bayi yang terkena ruam susu. Daun cabai yang dilumatkan mampu menghaluskan pipi bayi yang terkena ruam susu. Hal ini cukup dilakukan dua kali sehari setelah mandi padi dan mandi sore.

Hal di atas saya tulis berdasarkan pengalaman sendiri, terima kasih. Semoga lekas sembuh...